Pengertian Framework
kategori: Artikel
dibaca: 115 kali
Framework merupakan tool untuk membangun sebuah website. Di dunia
website, framework adalah tool yang menyediakan bahan-bahan yang
dibutuhkan developer untuk membangun sebuah situs.pengertian framework
Dipisahkan menurut lisensi, framework tersedia menjadi dua jenis,
proprietary (berbayar) dan open-source (gratis). Pada umumnya pada
proprietary, client pengguna framework tersebut mendapatkan back-up
service penuh dari company. Sedangkan pada open-source, service yang
diberikan dapat berasal dari komunitas pendukungnya atau perusahaan
pendukungnya. Lalu bagaimana kaitan antara framework dengan situs-situs
besar? Pernah mendengar Yahoo!, Twitter, NyTimes dan Kompas? Situs-situs
tersebut menggunakan framework open-source untuk mengatasi jutaan
pengunjung yang datang.
Framework biasanya digolongkan menurut bahasa
pemogramannya. PHP, Ruby, Python, Perl merupakan salah satu dari bahasa
pemograman web yang open-source. Untuk lebih detail mengenai berbagai
macam framework dijelaskan sebagai berikut:
- PHP
Bahasa
yang ditulis oleh Rasmus Lerdorf (bekerja di Yahoo!) mendapatkan
mendapatkan dukungan dari para developer. Selain itu, hampir hosting
seluruh dunia menyediakan jasa pada “web-scripting languages” ini. PHP
sering disandingkan dengan apache dan mysql sebagai paket yang hemat.
Tidak heran bahasa ini booming dan populer karena memiliki karakteristik
algoritama pemograman yang memudahkan bagi pemula. Framework pada PHP
terbilang banyak dibandingkan bahasa lainnya. CakePHP, CodeIgniter,
Symfony, Zend Framework, merupakan salah satu framework terkenal di
dunia PHP. Tiap frameworkmemiliki banyak kelebihan satu dengan yang
lain.
- CakePHP (nate dan gwoo)
Memiliki karakteristik
strict dan kaku. Framework dengan MIT license ini merupakan turunan dari
Ruby on Rail pada bahasa ruby. CakePHP memiliki dukungan komunitas yang
kuat serta dokumentasi yang “mulai dibangun dengan baik”. CakePHP
memiliki fitur-fitur yang mirip seperti Ruby on Rails. Pada skala
penggunaan, CakePHP terasa ideal pada website dengan kompleksitas
menengah dan tinggi. Contoh : Mozilla Add-on
- CodeIgniter (ellisLab)
Memiliki
karakteristik ringan dan fleksible. Framework yang didukung komunitas
dan perusahaan ini terkenal dengan kemudahan penggunaannya karena semua
tata struktur penulisan scripting diserahkan sepenuhnya pada developer.
Framework ini disukai oleh Rasmus Ledorf karena kebebasan penulisan kode
PHP murni didalamnya. CodeIgniter terasa ideal pada website dengan
kompleksitas ringan. Contoh : Kompas, AntaraJatim
- Symfony (Fabien Potencie)
Memiliki
karakteristik terstruktur, detail dan berat. Framework yang didukung
komunitas dan perhatian dari Yahoo! ini terkenal dengan kehebatannya
mengatasi project website dalam skala besar dan kompleks. Kemudahan
dalam generate berbagai project dengan satu blueprint desain menjadi
keunggulannya. Symfony terasa ideal pada website dengan kompleksitas
tinggi. Contoh : Answer Yahoo.
- Zend Framework (Andi Gutmans and Zeev Surask)
Memiliki
karakteristik modular dan lengkap. Framework yang didukung oleh
co-founded core developer PHP (termasuk Rasmus Ledorf) dan Zend Company
ini terkenal dengan komponen pendukung yang banyak. Framework ini
seringkali menjadi sandaran bagi situs-situs besar seperti Ning, Google,
Amazon dan Flickr dalam API services. Zend terasa ideal pada website
dengan kompleksitas menengah dan tinggi. Contoh : Amazon API services.
- Ruby
Bahasa
pemrograman Ruby yang ditulis oleh Yukihiro “Matz” Matsumoto di Jepang
pada era pertengahan 90-an merupakan bahasa pemograman yang sedang naik
daun saat ini. Ruby yang sering dibandingkan dengan ColdFusion ini
justru terkenal ke publik developer website dari framework Ruby on
Rails. Framework yang ditulis oleh David Heinemeier Hansson menjadi
barang langka saat ini karena cenderung masih sedikit developer yang
menggunakannya. Secara syntax, Ruby on Rails lebih mudah dan mirip
seperti Ptyhon. Ruby on Rails terdiri banyak fitur spesial dalam
mengatasi website dengan tingkat kompleksitas sedang dan tinggi.
Fitur-fitur yang menarik pada Ruby on Rails menjadi dasar bagi CakePHP
sebagai cerminnya dalam bahasa PHP. Contoh : Twitter
- Python
Bahasa
pemrograman Python yang ditulis oleh Guido van Rossum (bekerja di
Google) terkenal sebagai scientific languanges. Memiliki kedekatan
dengan bahasa induk C, python sering dipilih oleh banyak kalangan
peneliti dan akademik dalam menyelesaikan berbagai masalah. Google
sendiri menggunakan python dalam membangun search engine yang sangat
kompleks dan tera-byte data. Bahasa yang OOP (Object Oriented
Programming) ini memiliki banyak dukungan komunitas. Ringan dan cepat
menjadi ciri khas dari bahasa ini. Terdapat beberapa Framework terkenal
yang berbasis Python seperti Django, Webpy, TurboGear dan Pylons.
- Django
Yang
dibangun oleh Adrian Holovaty, terdengar baru di kalangan developer
website. Cal Henderson (Flickr) memberikan seminarnya dengan judul “Why I
hate Django” pada DjangoConf 2008 salah satunya karena umurnya yang
masih muda. Menariknya, framework yang masih muda ini mendapatkan
dukungan dari Google dan komunitas python. Framework ini memiliki fitur
yang menghubungkan antara python dengan dunia website. Framework ini
ideal untuk situs dengan kompleksitas ringan sampai tinggi. contoh :
ChessPark
berita terkait